no such thing
February 6, 2010
Aku bisa rasakan semangat yang berapi-api sejak matahari ramah sekali membelai tadi pagi.
Aku nikmati setiap langkah yang dekatkan diri pada damai.
Aku cintai setiap detik yang dijadikan lelucon. Mengapa harus muram?
… dunia ini terlalu indah, waktumu terlalu berharga.
Aku yakin hari ini akan indah.
Langkah kaki kami canggung
Rumput-rumput basah, batu-batu licin ini tidak biasa
Mata kami menerawang
Pemandangan ini hadiah istimewa
Kali ini, batin kami tersenyum.
Bunyi-bunyi alam itu sederhana
air mengalir menghantam batu
daun-daun bergesekan
binatang-binatang bersuara
Sederhana saja
Namun, aku tidak mau membagi kesederhanaan itu dengan musik lain
..atau dengan siapa pun di dunia maya.
Aku rindu suasana ini
Ketika aku begitu dekat dengan alam yang tulus
Daun kuning itu ikhlas dilepas oleh inangnya, dibawa pergi oleh air
Air itu, daun itu.. Mereka tidak bertanya ke tempat apa mereka akan dibawa.
Mereka pun tidak menolak. Memang begitu aturannya.
Semua jatuh. Semua mengalir.
Mereka tak pernah minta dilepas oleh gravitasi.
Patuh saja.
Aku merasa ingin menyimpan pagi ini untuk selamanya.
Aku kembali jatuh cinta pada alam yang tidak jua berubah.
Masih saja rendah hati, betapa pun manusia telah berkhianat.
Mengapa aku tidak pernah benar-benar belajar dari pemahaman tentangmu?
Pagi ini tak ternilai.
Hari ini pasti sempurna.
Lihat, lihat nanti. Ketika malam mengambil alih. Ketika mereka bernyanyi lagu-lagu yang mereka janjikan.
Aku tidak bisa berhenti tersenyum.
. . .
Musik kesukaanku sedang dimainkan di atas sana.
Lalu, seperti disihir, kita semua bernyanyi, berteriak, tenggelam dalam lirik-lirik itu.
“Nikmatilah saja kegundahan ini, segalanya denyutnya yang merobek sepi,
kelesuan ini jangan lekas pergi, aku menyelami sampai lelah hati”
Lagu ini sangat menyentil. Sampai habis udara di paru-paru untuk keluarkan satu kata saja, Melancholia.
Ah, mengapa jadi begini?
Aku mulai meragukan sempurnananya hari ini.
Dimana?
Dimana?
Dimana?
Sungguh, aku tidak mau peduli. Tidak ada yang boleh merusak hari ini. Seharusnya tidak.
Dan segalanya baik-baik saja sampai kau menyapaku, wahai malam yang dingin dan sepi.
Diammu sungguh memekakkan telinga
Tidak ada bahasa yang kita ucap.
Mungkin aku lupa bagaimana caranya berkata-kata ketika kita berdampingan.
Mungkin kamu pun tidak tahu atau sekadar tidak peduli.
Dinginmu menusuk,
Aku panik. Dimana tamengku?
Terlambat. Terlanjur.
Tepat, tepat sekali aku terhunus, di sini.
Bendung air mata, cukup aku yang tahu tangisan ini.
Aku benci betapa mudah hati disayat-sayat.
Waktu terasa lamban, seakan menyuruhku telan semua yang ada, mentah-mentah, dengan perlahan dan menyiksa.
Ya, aku mengerti.
Tidak ada yang sempurna, bahkan tidak untuk Hari Ini.
-Ryhnn: no such thing as perfection
wait
February 2, 2010
Malam
January 21, 2010
Untuk Malam.
Pernah kulihat bintang yang menyala-nyala kala kau hadir. Indah.
Pernah kurasakan nyamannya ketika aku memelukmu.
Amat kucintai tawa kita yang membahana dalam sepimu.
Kita terus berjalan. Saling berbagi kisah.
Aku suka ketika kita jalan beriringan, ketika aku merasa ada hangatmu yang menggandeng.
Kita melangkah, berayun.
Aku merasa ingin memberikan semua. Segenap hati.
Kita berjalan.
Semesta, adakah persinggahan yang sama-sama akan kami sukai?
… aku terus berjalan, berharap perjalanan ini abadi
Tapi nyatanya itu tidak mungkin.
Aku ingin waktu mati saja ketika kusadari matahari menggeliat di timur sana.
Genggamanmu melemah.
Pelukku tidak cukup kuat untuk membuatmu tinggal.
Kamu pergi. Bersama waktu. Bersama detak-detak kehidupanku.
Malam, dengan siapa kau berjalan saat ini?
Sudah tidak tampak lagi dirimu dari sini. Hanya tersisa jejak-jejakmu yang memenuhi ruangku, duniaku.
…
Sampai jumpa, Malam.
Izinkan saya menantimu, kembalikan detak-detak itu.
-Ryhnn
09
January 14, 2010
Today is January 15th 2010. I guess this is my first post in 2010. I’ve been gone for sooo long. I sort of lost the passion of writing or taking pictures recently. Is it because I’ve made Plurk and get absorbed there? I suppose so :D
Talking about 1 year in my life, 2009 was quite great. There were some significant things happening, significant changes, and others. I fell in love. I fell out love. I figured more things out. I questioned even more. Life was complicated and that’s why it was interesting.
One year ago, in 2009 (more precisely, on January 9th), I met these people who then became my best best best friends, great partners (in crime), (sometimes) good role models, and also inspirations. They change my life way too much that I’m not sure I can really detach from them :D So, once again thank you :)
In 2009, I finally made it to Teknik Industri ITB. I met new people and most of them are great. They were the type of people who really knew what to do in their Life. They’re inspiring, powerful, and they seem sooo mature that I sometimes felt like a spoiled kid who could only sit around and watch, quite passive. I know I still got a lot to learn. I’ll be better in 2010. I promise :D
Those two (above) might be the highlights of 2009 and the other days were sort dominated by them: Industrial Engineering and Klikkanan stuffs. Oh yes, I know it seemed to lack surprises or variations, but it was the other way around actually. Those dominating things were always surprising: TI with its unbelievable assignments and Klikkanan with its problems and how we solved them. Interesting. I love 2009 :) although not as much as I do 2008.
The first day of 2009 was started on my friend’s house’s rooftop. We celebrated the ‘new year’ by looking at those giant fireworks, just the way everyone did. And how was it on the last day of 2009? It was as good as it got.
(pardon my ugly photos)
In the last days of December 09 I went on a vacation with some Klikkanan and LFM fellows. We visited many places, but to me, the most memorable one was Bromo.
We spent most of the Dec 31st on the mountains. I LOVE everything about those mountains: the view, the people, and the life. The trees were freshly green, the weather was freezing at dawn, but really warm when the sun shone, the edelweiss sold there were beauuutifull, and the place was crowded by everyone who was eager to see the sunrise (though we it was too foggy to see the sun). Everything made me feel content. (*I think I’ll write more about Bromo in another blog post :D)
It was a good good way to start the end of 2009 :D
But now 2009 is over. I am grateful for what I’ve got and what I’ve learned :)
Hopefully, life will be happier and more meaningful in 2010. Good luck to you, good luck to us! :)
-Rayhanna
about a curve
November 28, 2009
Today I saw a picture, a cartoon one. In the picture was a policeman standing near a man on his motorbike. I think it was the most ideal situation that could happen in real life. The policeman was smiling, and so was the man on the motorbike. ‘Tetap berhenti di belakang garis” was written there.
I sigh. I realized that I had never seen any policeman smiling in his duty on the road. All I’d seen was a policeman shouting at an angkot driver, a policeman who said, “Ya saya mana tahu jalan itu, saya kan polisi, bukan… (I forgot what he said).”, and so on.
You and I know that this world would be a better place if everyone is happy about their job and do it happily.
The policemen
The waitress
The delivery service operators
The cashiers
The lecturers
The assistants
The mothers
The fathers
The daughters
…even myself
We often forget to smile although we realize that smiling is actually a small yet important part of the job.
A smile is a curve that sets everything straight. ~Phyllis Diller
-Ryhnn: learning to smile more
Inside
November 22, 2009
The rain poured quite hard. We walked in hurry. I didn’t care how much water had wetted my socks. I just wanted to get inside the car (not my car for sure) asap. It was really cold and all I wanted was a hot bathe, warm clothes, blanket and a good sleep. I was pissed off. Why wouldn’t the rain stop? Why did it rain all the time?
We finally made it to my friend’s car. I remembered feeling so grateful being inside. I loved to feel the sudden warmth and I loved everything about the quietness. No more rumbling water from above, just some soft engine sound. I leaned my head on the window and looked outside. It was beautiful.
The drop of water on the window..
the lights and all.
I felt peace. I felt content. The beauty was there, among our tired faces, among the angry and confused thoughts.
Thank you, God for what You made me see in the rush.
-Rayhanna
LRLR
October 29, 2009
Helo helo helo!
Sudahkah Anda mendengarkan lagu-lagu di album left right left right-nya Coldplay? Gue emang baru-baru aja sih ngedengernya (telat bener yak?) dan gue sangat menyukai album ini. Jadi, album ini adalah rekaman penampilan live Coldplay (entah dimana, adakah yang tau?) yang berisi lagu Glass of Water, 42, Clocks, Strawberry Swing, Viva La Vida, Fix You, dan Death And All His Friends.
I’ve never been to any Coldplay’s show and this album makes me envy all those Coldplay fans who were there (at the concert). Bagaimana tidak? Di bagian intro beberapa lagu yang bisa dikatakan terkenal dan terlalu keren, misalnya viva la vida, clocks, dan fix you, yang terdengar adalah gegap gempita semua orang di sana.. And I really can relate to that karena begitu lagu-lagu ‘penyemangat’ itu dimulai, gue merinding. Beberapa lagu (yang luar biasa lirik dan musiknya) itu kalo didengarkan di waktu dan situasi yang pas memang bisa membuat gue lebih senang, tertawa lebih lebar, dan nyanyi lebih semangat. Haha.
Menurut gue, di album ini, terasa banget pengaruh Coldplay di semua orang yang dateng ke konser itu. Hanya perlu empat orang ber-skill untuk membuat semua orang teriak-teriak, *mungkin banget* nangis saking senengnya (sepertinya gue termasuk orang yang akan nangis kalo bisa menghadiri konser mereka), lompat-lompat, dan nyanyi bareng!! *standing applause* and *worship*
(maaf ya kalau ada yang merasa gue berlebihan. gue memang tidak mengerti musik, tapi gue yakin musik itu untuk dinikmati, dan saya menikmati lagu-lagu coldplay seperti saya menikmati makan nasi pake lauk pauk buatan ibu saya. haha)
That’s all I wanna share about LRLR :D
Next is some ramdomness in the cloudy day..
-
Kalo ditanyain kabar gue akan menjawab: gendut dan bosan. ha ha ha.
-
Kalo ditanyain apa yang bisa membuat gue senang: sebuah komen balasan. huahaha.
-
Saat ini sedang ingin makan kolak lalu tidur, lalu kalo ditanya seperti nomer satu, jawabannya: tambah gendut.
-
Ingin sekali memotret temannya yang bernama Karina Novita Suryani.
-
Ingin bertemu dengan ayah bunda kakak adik, geng kosan, renata permatasari
-
Ingin punya akuarium seperti si cebi, tapi gatau mau ditaro dimana saking sempitnya kamar gue. -___-
-
Ingin jadi anak pintar dan soleh.
-
Berharap 1 hari > 24 jam
-
Ingin cepat-cepat karokean sama teman-teman kelompok PTI dan nonton EFEK RUMAH KACA bersama KLIKKANAN!
-
Lalu, saya sadar bahwa post kali ini lebih sampah daripada yang sudah-sudah. hmmm~~ Gue memang punya kecacatan dalam merangkai kata-kata. hehehe.
-nadiarayhanna: tidak tau harus melampiaskan kebosanan dimana lagi :P
choice
October 18, 2009
My bloody laptop VS my noble books. Which one do I choose?

Nadia, sadar nak, kamu sedang dalam masa UTS!!!!
*dan bahkan sekarang gue masih di depan laptop. meng-update blog. great. hahaha.
worth fixing
October 16, 2009
Everything seems wrong. May be it’s always wrong from the beginning. May be the end won’t be better either. May be I just don’t belong there. May be I worry too much.. May be I don’t even know what the main problem is.
I’m dead tired and sad. Let me go. Let me think of it. Let me have some little time to understand. May be I’ll have thousands of whys. May be I won’t get the answers right. May be I won’t care in the end. May be I’ll cry to sleep because I care too damn much but I just don’t know how to justify it.

I wish the tide would just drift me away, along with plenty plenty water. Then I’ll float away, facing the sky and the stars, hearing the splashing water and probably the jumping dolphins.
.. then I’ll think. I’ll ask the universe. Once I get the answer, a sea turtle will take me back to the seaside..
to my life: the broken (but always worth fixing) one.
-rayhanna





Tempat ini memang sangat warna-warni dan ramai. Barang-barangnya pun pasti lebih murah dibandingkan tempat-tempat lain karena emang pusat grosir :D Yang penting nyarinya rajin aja, barang-barangnya memang agak kepenuhan dan tertumpuk-tumpuk, but you’ll find some good stuffs there.




We went to the rooftop to get to the mosque, a big nice mosque, except for the toilet (or what is just a place to take a bath? because I can’t find the toilet. You must be confused)
Salam sejahtera dari anak TI ITB yang tahu bahwa minggu-minggu yang akan datang akan dipenuhi dengan tugas besar, UAS, pengumuman nilai UTS!! HAHA.