Pasar Baru adalah sebuah tempat berbelanja di Bandung yang tidak berbeda dari pusat grosir lainnya; barang-barang yang sangat banyak dan murah, keramaian, suara-suara, tumpukan-tumpukan barang dagangan, penjaga toko yang kadang terlalu persuasif, warna-warni, gedung berlantai banyak, musik lokal zaman sekarang, tawar-menawar, uang, kehidupan.
Seseorang kehilangan dompetnya, seseorang berlalu cepat, sekumpulan orang tertawa-tawa, beberapa pedagang minuman berjalan, seorang satpam berjaga-jaga, Nadia Rayhanna, Sella Mushaila, dan Syarafina Marha di satu toko; membeli kerudung-kerudung yang warna-warni. Wow. Rasanya kalap banget melihat segitu banyak kerudung warna-warni (walaupun tidak semuanya menarik, beberapa kerudung warnanya berlebihan dan terlalu vibrant) dan murah! Kalau beli lebih dari 5, harga yang tadinya 17.500 jadi cuma 15.000 (waktu gue pertama kali beli kerudung yang sejenis, kayaknya harganya di atas 40rb deh *kecewa). Since we all wanted the same kind of veils, we bought more than 5 and got the discount :D

Dari toko kerudung yang terlihat pada foto di atas, kita pindah ke toko kerudung lain. Pedagang di toko kedua ini sepertinya sedang sangat sibuk sampai-sampai dia melayani pelanggan (lebih tepatnya gue dan temen-temen gue) dengan jutek. Wew. Jadi inget kata-kata temen gue, seorang anak bisnis manajemen ITB, katanya kalo mau memberikan service itu harus dengan senyum. Kalo nggak, yang mau beli juga bakal males. She got the point there. Gue memang jadi rada sebel dan males (walaupun ujung-ujungnya gue beli juga kerudung di situ), tapi kalau dari awal mba-mba penjaga toko itu baik dan sopan kaan jadi sama-sama seneng. Hehehe.
Selanjutnya, kita naik ke lantai-lantai lain yang masih sangat banyak dan muter-muter nyari apa pun yang menarik. Sella dan Sapi dapet barang selain kerudung, sedangkan gue hanya berakhir dengan 4 lembar kerudung. I’m okay with that since I just loved going with them both and I loved seeing so many people interacting there. I took some pictures when I have nothing else to do. That kept me away from a boredness.
Tempat ini memang sangat warna-warni dan ramai. Barang-barangnya pun pasti lebih murah dibandingkan tempat-tempat lain karena emang pusat grosir :D Yang penting nyarinya rajin aja, barang-barangnya memang agak kepenuhan dan tertumpuk-tumpuk, but you’ll find some good stuffs there.
Sella dan Sapi masih semangat belanja. Gue pun udah mulai capek (I guess I don’t like shopping much) tapi masih semangat motret. Akhirnya, gue hanya motretin Sella dan Sapi saat mereka lagi milih-milih baju/ nawar harga :D


left: sapi, right: sella


I always say shopping is cheaper than a psychiatrist. ~Tammy Faye Bakker
Hahahaha. Sella bakal suka quotation ini. Bener banget pastinya bagi dia. Setelah capek dengan aktivitas kuliah yang berlebihan (tugas dan praktikum), dia lampiaskan semua dengan belanja!! hohoo.
Sungguh autis. Di saat orang semangat belanja (dan itu pula tujuan awal gue ke Pasar Baru), gue malah motret. Tapi, biarlah. Toh gue udah lama banget gak mendayagunakan si kamera dan duit di dompet gue pun udah habis (ATM BNI pasar baru pun rusak. great).
It’s OK. Going out was all I needed. Shopping wasn’t the medicatioin for the stress, the trip (filled with laughs, camera, and the view from the toppest floor of Pasar Baru) was.
We went to the rooftop to get to the mosque, a big nice mosque, except for the toilet (or what is just a place to take a bath? because I can’t find the toilet. You must be confused)
It was quite up there. Just some faint sounds of the honks from the road far below. Very nice! The wide view made my day since I was so sick of books and all.
Bandung really is great. Ke arah manapun kita melihat, pasti ada gunung. Maaf di foto ini gunungnya kurang keliatan (But they’re there if you look closely :])
Terima kasih. I was happy.
Salam sejahtera dari anak TI ITB yang tahu bahwa minggu-minggu yang akan datang akan dipenuhi dengan tugas besar, UAS, pengumuman nilai UTS!! HAHA.
So that was my yesterday in Pasar Baru :)
~Ryhnn: lebih suka Gedebage :D